waktu itu saya menang salah satu produknya, rostcas lada hitam, kacang mede renyah berbalut tepung dikombinasi dengan lada hitam, pedas& membangkitkan selera.saya kira idenya unik, mengjadikan snck ini bisa digemari siapa saja. sebenarnya ada 3rasa lain dari produknya buat yang berminat silahkan hubungi melalui twitternya (
Selasa, 10 Juli 2012
repiew hadiah, #Icip2siChi produknya Snack Kacang Mede @Rostcas
Snack Kacang Mede
@Rostcas waktu itu
waktu itu saya menang salah satu produknya, rostcas lada hitam, kacang mede renyah berbalut tepung dikombinasi dengan lada hitam, pedas& membangkitkan selera.saya kira idenya unik, mengjadikan snck ini bisa digemari siapa saja. sebenarnya ada 3rasa lain dari produknya buat yang berminat silahkan hubungi melalui twitternya (@Rostcas)
waktu itu saya menang salah satu produknya, rostcas lada hitam, kacang mede renyah berbalut tepung dikombinasi dengan lada hitam, pedas& membangkitkan selera.saya kira idenya unik, mengjadikan snck ini bisa digemari siapa saja. sebenarnya ada 3rasa lain dari produknya buat yang berminat silahkan hubungi melalui twitternya (
#Icip2siChi Produknya @mypourvous
Inini produk kecantikan yang bebas zat-zat berbahaya, dan halal, jadi buat yang pakai gak perlu khawatir. Saya sebenarnya sudah tahunlalu menang kuis dengan hadiah produk @mypourvous 300k, dari kuis @ZaraZettiraZR, saya mencoba Shower Gel Green tea, wlo busanya dikit, tapi wanginya, suka banget. Tahan lama& jadi aroma terapi juga.
Energetic Ginger Body Lotion, lotionnya cepat menyerap dan gak berminyak di badan
Herbal tea drink, sebagai penikmat green tea, teh ini sejujurnya gak terlalu ngefek buat saya, katanya baik untuk melangsingkan, mungkin karena nyobanya cuma1 kotak.
Terakhir Maasage Oil, harum dan ada hangatnya sedikit, cocok buat pijat-pijat.
Enjoy banget deh.
For info, SMS to : +6285732512070 | Pin BB : 26 EE FC 2B | Facebook.com/Pourvous.BodyCare
Energetic Ginger Body Lotion, lotionnya cepat menyerap dan gak berminyak di badan
Herbal tea drink, sebagai penikmat green tea, teh ini sejujurnya gak terlalu ngefek buat saya, katanya baik untuk melangsingkan, mungkin karena nyobanya cuma1 kotak.
Terakhir Maasage Oil, harum dan ada hangatnya sedikit, cocok buat pijat-pijat.
Enjoy banget deh.
For info, SMS to : +6285732512070 | Pin BB : 26 EE FC 2B | Facebook.com/Pourvous.BodyCare
Review Produknya si @juraganpetis #Icip2siChi
Berawal dari menang kuis, di akun @juraganpetis saya mendapat kirman paket kerupuk petis Yudhistira dan 1botol sambel Petis Yudhistira. Menerut icip-icip lidah yang tak pernah bohong, pertama rasa kerupuk petisnya yang ternyata terbuat dari olahan dsingkong dan udang, itu gurih, renyah dan terasa udangnya, ada sedikit rasa manis.
Buat sambel petisnya sendiri, aroma udangnya kental banget, warna sambel yang hitam. Sambalnya halus, tidak ada gumpalan, jadi teksturnya bagus. Cuma sedikit kurang pedas saja.
varian produk: TahuPetis-Petis-KerupukPetis
uat yang minat silahkan hub:
TPY Hotline 021-68016690.
Terimakasih@juraganpetis
Buat sambel petisnya sendiri, aroma udangnya kental banget, warna sambel yang hitam. Sambalnya halus, tidak ada gumpalan, jadi teksturnya bagus. Cuma sedikit kurang pedas saja.
varian produk: TahuPetis-Petis-KerupukPetis
uat yang minat silahkan hub:
TPY Hotline 021-68016690.
Terimakasih
Minggu, 24 Juni 2012
Lomba Resensi Gramedia Pustaka Utama & Tere Liye
DETAIL
|
Judul
|
Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah
|
|
ISBN / EAN
|
9789792279139 / 9789792279139
|
|
Author
|
|
|
Publisher
|
|
|
Publish
|
19 Januari 2012
|
|
Pages
|
512
|
|
Weight
|
250 gram
|
|
Dimension (mm)
|
14 x 200
|
|
Tag
|
Kau,
Aku dan Sepucuk Angpau Merah adalah karya Tere Liye yang pertama kali saya
baca. Berawal dari rasa penasaran karena Gramedia Pustaka Utama sebelumnya beberapa
kali telah mengadakan kuis yang berhubungan dengan novel-novel Tere Liye.
Bahkan kali ini Gramedia mengkhususkan untuk mengadakan lomba resensi novel
Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah. Sempat muncul pertanyaan dalam diri saya,
apa hebatnya karya-karya Tere Liye sampai Gramedia begitu sering mengangkat ke dalam
kuis maupun lomba? Saya masih ingat waktu Gramedia membuat kuis dari tiga buku
karya Tere Liye: Ayahku (Bukan) Pembohong, Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci
Angin ,dan Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah, meminta pembaca memberi komentar
novel mana yang paling mereka sukai, begitu banyak respon positif dari pembaca.
Inilah salah satu faktor yang menyebabkan saya semakin ingin membaca tulisan
Tere Liye.
Jika
membaca siniopsis yang terdapat cover dibelakang novel Kau, Aku dan Sepucuk
Angpau Merah ada kalimat yang sangat menggelitik “Ah, kita tidak memerlukan
sinopsis untuk memulai membaca cerita ini. Juga tidak memerlukan komentar dari
orang-orang terkenal. Cukup dari teman, kerabat, tetangga sebelah rumah. Nah
setelah tiba dihalaman terakhir, sampaikan, sampaikan ke mana-mana seberapa
spesial kisah cinta ini. Ceritakan kepada mereka.” Kalimat-kalimat itu begitu
provokatif, dan menantang saya untuk menjadi bagian yang menceritakan kepada
anda, kepada orang-orang seberapa spesialnya novel ini.
Cerita
ini berkisah tentang seorang pemuda bernama Borneo yang biasa dipanggil Borno.
Borno tinggal di rumah kayu di sebuah gang sempit di pinggiran sungai Kapuas
berdua dengan ibunya. Sebuah kejadian disaat umurnya dua belas tahun mengubah
hidup Borno, ia harus kehilangan ayahnya seorang pelaut tangguh yang meninggal
karena sengatan ubur-ubur. Satu kebaikan terakhir sebelum sang ayah meninggal,
ia mendonorkan jantungnya
Selepas
SMA berkali-kali Borno berganti pekerjaan, mulai dari buruh di pabrik karet
sampai penjaga palang pintu, memeriksa kartis penumpang kapal feri. Nasib
membuat Borno akhirnya bekerja sebagai pengemudi sepit-perahu kayu yang membawa
penumpang menyeberangi sungai kapuas. Melanggar wasiat sang ayah yang
memintanya agar jangan menjadi pengemudi sepit. Nasihat Pak Tua, lelaki
bijaksana yang hampir selalu bisa memberi jawaban atas pertanyaannya, dukungan
Bang Togar-sahabat dekat almarhum ayahnya, juga Cik Tulani dan Koh
Acong-pemilik toko kelontong membuat Borno bersedia menjadi pengemudi sepit.
Bahkan para pengemudi sempit di dermaga, penghuni gang, dan penumpang rela
mengumpulkan sumbangan demi memberikan kejutan sebuah sepit, Sepit Borneo.
Dari
sepit inilah awal kisah cinta terjadi antara Borno dengan seorang gadis
keturunan Cina, yang ia temui pada hari
pertama ia resmi mengemudikan sepit. Gadis itu meninggalkan sepucuk surat
bersampul merah, di lem rapi, dan tanpa nama. Gadis itu jugalah yang membuat
Borno sengaja menyalip antrian sepit agar dapat berada di antrian ke tiga
belas, pukul 7.15 sesuai jam keberangkatannya. Borno selalu menunggu selama 23
jam 45 menit setiap hari untuk bisa melewati 15 menit bersama Mei, si gadis
Cina.
Cinta
mereka bukanlah cinta sederhana yang dengan mudah bisa bersatu dan bahagia.
Kisah ini menjadi rumit karena ternyata Mei menyimpan rahasia masa lalu,
kepedihan yang membuat mei memilih meninggalkan Pontianak dan pulang ke
Surabaya. Kepergian Mei membuat Borno kehilangan gairah. Malam-malam dihabiskan
untuk memikirkan sang gadis. Pun begitu selalu ada Andi, sahabat baik borno dan
Pak Tua untuk berbagi cerita dan keluh kesah. Satu pesan Mei sebelum ia pergi
“Tetap semangat menarik sepit , Abang” itu yang selalu Borno ingat.
“Cinta
sejati adalah perjalanan, Andi,” Pak Tua berkata takzim. “Cinta sejati tidak
pernah memiliki ujung, tujuan, apalagi hanya sekedar muara. Air di laut akan
menguap, menjadi hujan, turun di gunung-gunung tinggi, kembali menjadi ribuan
anak sungai, menjadi ribuan sungai perasaan, lantas menyatru menjadi Kapuas.
Itu siklus yang tak pernah berhenti, begitu pula Cinta.”
Perjalanan
cinta juga yang membawa Borno menuju Surabaya, bersama Pak Tua yang melakukan
terapi penyembuhan. Benar kata Pak Tua “Cinta sejati selalu menemukan jalan,
Borno. Ada saja kebetulan, nasib, takdir, atau apalah sebutannya. Tapi
sayangnya, orang-orang yang mengaku sedang di rundung cinta justru sebaliknya,
selalu memaksa jalan cerita, khawatir, cemas serta berperangai norak lainnya.”
Borno menghabiskan waktunya untuk memakai koin demi koin demi menemukan Mei,
berbekal uang receh dan buku telepon ia
menghubungi baris-baris nama Sulaiman
dan Soelaiman, yang mungkin menjadi nama
keluarga Mei. “Jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya.”
Tak dinyana, di tempat terapi Pak Tua, Borno kembali bertemu Mei yang sedang
mengantar Neneknya. Pertemuan yang membuat harapan baru bergemuruh di dadanya. Di
Surabaya Mei mengajak Borno dan Pak Tua mengelilingi kota. Kemudian Mei juga mengubah keputusannya, untuk kembali ke
Pontianak.
Kembalinya
Mei, tidak pelak membuat semuanya selesai. Tere Liye kembali mengaduk-aduk
pembaca dengan menghadirkan konflik melalui karakter Mei. Si Gadis berwajah
sendu dengan sikap keras kepalanya, dan Borno dengan gengsinya yang tinggi.
Pembaca dituntun dalam alur cerita campuran, dimana sesekali kita akan flashback kembali ke masa lalu.
Rangkaian alur yang ditata sedemikian elok, membuat kita terhanyut dan ikut larut
merasakan emosi perasaan Borno.
Tere
Liye memilih penokohan orang pertama, Aku sebagai sudut pandang Borno sang
tokoh utama membuat jalan cerita menjadi luwes. Novel ini mengajarkan kita
tentang arti sebuah cinta, bagaimana perjuangan demi meraih sebuah kebahagian
dan memaafkan. Karena cinta sejati selayaknya selalu memiliki lautan maaf buat
orang yang kita cintai.
Tidak
seperti kebanyakan novel roman lainnya yang mengedepankan adegan romantis
antara dua tokoh yang sedang dilanda cinta. Biarpun di novel ini tak ada adegan
mesra antara Mei dan Borno, namun plot-plot cerita yang dirangkai membuat kisah
ini sangatlah romantis dan manis. Cinta dalam seebentuk ketegaran, perjuangan,
tidak cengeng. Borno, Bujang berhati paling lurus, dengan cinta sejatinya.
Buat
yang ingin tau dan penasaran bagaimana akhir perjalanan cinta Borno, bacalah
Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah secara lengkap. Anda tidak akan menyesal
melewatkan hari dengan mempelajari cinta lewat lembar-lembar kisah Borno. Cinta
tidak hanya berisi “galau” kata paling populer bagi sebagian besar pecinta saat
ini.
Buat
saya, setelah membaca novel ini jika boleh memberi rating di goodreads.com,
saya akan memberi rating 4.8 dari 5, karena hampir tidak menemukan bagian mana
yang menjadi cela. Sedikit yang membuat rasa penasaran saya belum terobati adalah tentang pengarang. Jika biasanya
pengarang akan banyak memberikan latar belakang kehidupannya lain halnya dengan
Tere Liye, tak ada biodata singkat yang bisa menjelaskan siapakah ia yang telah
menggoreskan kisah Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah dengan begitu indahnya.
Bahkan setelah mencari di google, sangat minim informasi yang ada. Yang saya
tau beliau adalah seorang ayah juga seorang suami dari Riski Amelia (istri bang tere)
begitu yang saya dapat dari situs pribadinya.
Siapapun Darwis Tere Liye, beliau telah berhasil
membakar semangat saya untuk membagikan kisah Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah untuk anda
semua, dan ingin segera membaca kisah lainnya yang ditulis beliau. Tidak hanya
membaca, tersimpan pula sepenggal mimpi besar agar kelak saya bisa menjadi
seorang penulis seperti Tere Liye yang tiap ceritanya memberikan inspirasi dan
makna tanpa kehilangan esensi utama yakni menghibur.
Kamis, 21 Juni 2012
Teknologi Digital sebuah Pedang Bermata Dua
Abad dua puluh satu
adalah era yang tidak bisa lagi dipisahkan dari kemajuan yang bernama
teknologi. Hampir disegala sisi kehidupan kita terkait dengan teknologi. Seperti
lumpuh jika manusia tanpa teknologi. Teknologi juga sudah merambat dalam dunia
ekonomi, mempengaruhi secara signifikan dunia bisnis. Bisa kita lihat,
bagaimana orang terkaya di dunia Warren Buffet meraup pundi-pundinya dari
bisnis yang berbasis teknologi. Berbagai
perusahaan seolah tak pernah berhenti berlomba, melakukan inovasi meng-update
fitur-fitur yang memberi kemudahan bagi pelanggan.
Bagaimana dengan negara kita? Ketika negara-negara
maju seperti Amerika, Jerman, Jepang bahkan Cina berlomba memasarkan produknya,
apakah kita masih harus gigit jari puas sebagai pemakai? Bukan tak ada,
anak-anak negeri yang dengan bakat luar biasanya bisa membuat penemuan
mengagumkan. Kali ini saya menfokuskan
pada fenomena jejaring sosial. Ambil contoh saja, dalam hal inovasi jejaring
sosial kita kenal Koprol, kepopulerannya bahkan bisa menandingi facebook dan
twitter. Di luar negeri juga tak mau kalah Microsoft pun
meluncurkan Socl: Jejaring Sosial Baru Milik Microsoft, untuk login dengan
menggunakan akun windows live atau menggunakan akun facebook yang telah
terhubung dengan jejaring sosial ini. Artikel di pusatteknologi.com ini bisa
memberikan informasi lebih jauh tentang Socl, http://pusatteknologi.com/socl-jejaring-sosial-microsoft.html
Lihat lagi Kaskus, situs
forum komunitas maya terbesar dan nomor 1 Indonesia
menurut wikipedia. Penciptanya tiga pemuda asal Indonesia yaitu Andrew Darwis,
Ronald Stephanus, dan Budi Dharmawan. Berbagai
topik dibahas seperti masalah politik, berita umum, komunitas, hobi, gaya hidup
bahkan jual beli. Untuk jual beli sendiri tentu saja ini sangat bermanfaat.
Produsen bisa memperluas pasarnya dari seluruh penjuru dunia, asal terkoneksi
dengan internet siapa saja bisa memperoleh barang yang diinginkannya dengan
mudah.
Fenomena memanfaatkan
teknologi internet dalam marketing
tak hanya bisa melalui kaskus, sosial media seperti facebook pun menjadi sarana
ampuh. Orang awam, seperti ibu rumah tangga bisa dengan mudah memajang foto
barang dagangannya dan membagi pada orang-orang yang menjadi mutual friends-nya. Kita lihat pula
twitter, jejaring sosial yang hanya memiliki 140karakter ini menjadi ajang
meraup uang. Bertebaran akun-akun dengan ratusan ribu pengikut atau follower,
satu informasi saja yang dibaginya anggap saja dibaca 10% dari pengikutnya akan
membawa dampak luar biasa. Sebuah Buzzer, atau akun yang dibayar untuk memberi
informasi, semakin banyak pengikutnya akun tersebut akan semakin tinggi pula
fee dari setiap kicauannya.
Tak hanya untuk bisnis,
jejaring sosial pun mampu jadi jembatan untuk mempertemukan teman-teman lama,
mempertemukan tokoh dengan masyarakat, artis dengan penggemar. Bahkan dari sana
kita bisa berbicang-bincang hangat, berbagi pendapat bahkan mengeluarkan
uneg-unueg. Buat yang terakhir ini, perlu kehati-hatian dalam berbicara. Perlu kita
ingat, di satu ruang maya tak hanya kita sendiri, ada ribuan bahkan jutaan
pasang mata yang bisa melihat apa yang kita sampaikan. Salah-salah akan jadi
boomerang yang bisa membuat kita dikucilkan dari pergaulan, paling buruk
dituntut ke ranah hukum. Sudah jadi rahasia umum, kasus siwa yang
menjelek-jelekkan gurunya di sosial media berbuntut panjang pada si anak. Atau selebrita
yang “berkelahi” saling menjelek-jelekkan dan menjatuhkan di dunia maya demi
popularitas.
Miris memang jika si
pengguna kurang bijak. Buat yang “pandai” memanfaatkan sebenarnya teknologi
akan sangat memudahkan kehidupan. Begitu banyak manfaat yang bisa diambil,
betapa banyak pula informasi yang bisa kita dapat. Contoh saja kalau kita ingin
membuat artikel entah itu untuk tugas akademis maupun sekedar dipajang di Blog,
kita pasti mengandalkan google atau wikipedia. Salahkah? Tidak tentunya, coba
kita baca salah satu artikel unik di Ngawur.com ini contohnya http://www.ngawur.org/2011/mengapa-anda-semua-tunduk-dan-taat-kepada-google.html
“Google bukanlah Tuhan,
blogger bukanlah Hamba Google.
Google hanyalah sebuah perusahaan,
tidak berbeda dengan perusahaan tempat Anda bekerja.”
blogger bukanlah Hamba Google.
Google hanyalah sebuah perusahaan,
tidak berbeda dengan perusahaan tempat Anda bekerja.”
Kutipan
yang sangat menggelitik saya sebagai pembaca, memang hari ini image mesin
pencari tahu google sangatlah populer. Dijadikan rujukan banyak orang untuk
mencari informasi. Namun saya setuju bahwa google bukanlah satu-satunya sumber
informasi. Banyak, informasi bisa kita
temukan dari tautan di Blog. Saya sendiri baru mulai aktif nge-blog sejak
desember 2010. Termasuk terlambat, namun banyak kepuasan yang saya dapat
sewaktu menuliskan artikel di blog. Tak kalah serunya dengan sosial media.
Dengan blog kita bisa berbagi berita, cerita atau apa saja bakhan foto dan
video, dalam karakter yang tak terbatas. Tentu saja ini membuat pembaca bisa
lebih puas ketimbang update-an singkat dari jejaring sosial. Nge blog juga
melatih kemampuan menulis, kritikan atau saran dari sesama blogger adalah
sesuatu yang sangat bernilai agar kedepannya tulisan kita lebih baik lagi.
Tidak
hanya untuk membagi postingan, blog juga bisa mempertemukan kita dengan
teman-teman baru, sesama blogger. Banyak sekali evnt Kopdar-Kopi Darat, ajang
mempertemukan orang-orang dari dunia maya di dunia nyata. Salah satunya yang
diadakan bloggernusantara.com seperti di link berikut: http://bloggernusantara.com/web/beritas/view/21 betapa
luar biasanya dampak teknologi bagi kehidupan kita.
Akhirnya
karena sebuah informasi begitu berharga, kita sebagai pengguna yang sekaligus
dapat menjadi pemberi informasi haruslah cerdas dalam memanfaatkan teknologi.
Teknologi ibarat sebuah pedang bermata dua yang bisa menjadi senjata untuk
lebih maju, namun jika tidak hati-hati bisa “melukai” si pemakainya.
Kamis, 31 Mei 2012
Berjalan dengan membawa hati untuk menemukan hati
Perjalanan kembali adah perjalanan yang membuka babak baru dalam hidupku. Meninggal kan kebisingan kota metropolitan yang megah dan gemerlap. Hati ini belum sepenuhnya Iklas, hatiku masih terpaut di Jakarta. Ada alasan yang berspekulasi dengan takdir yang membawaku kembali ke Kota kelahiranku, Padang.
Padang, ibu kota Sumatera Barat, jika di tingkat provisi adalah sebuah kota besar namun di tingkat nasional Padang bukanlah kota yang sangat besar.
Jika kau berkunjung ke bumi Minang, kau akan temui laut, gunung dan keragaman budaya. Padang adalah kota yang berada ditepian pantai, dikelilingi gunung Padang. Menikmati matahari tenggelam adalah suatu suasana tersendiri yang menerbitkan rindu. Disela debur ombak, syahdulah hati melihat bagaimana raja surya sedikit demi sedikit menghilang ke peraduan.
Aku tak pernah menyangka, kembalinya kekota ini akan terpaut cinta. Cinta yang ku harap bisa memautkan hati untuk tinggal disini lagi. Cinta yang bermula dari ketidaksengajaan, karena gurauan mesra. Dulu dia bukan siapa-siapa, namun entah mengapa seniorku itu belakangan jadi sangat mempesona. Sebut saja dia abang, abang yang begitu apa adanya. originalitasnyalah yang memikat hatiku.
Meski tinggal dikota berbeda dan terpaut jarak dua jam. Bagiku jarak hanyakah hitungan kilo meter yang akan jadi bias bila hati telah terpaut. Rasa nyaman bila berbincang dengan abang mengalahkan logikaku. Dia lelaki terbaik yang berhasil menoreh kisah dihatiku. Yang mengajarkan aku banyak hal tentang kehidupan.
"Abang, sekarang Chi di Jam Gadang" itulah sms yang aku kirim pada abang. Pagi itu aku kabur dari tugas kantor, dengan alasan ada acara keluarga. Hatiku sangat resah, karena beberapa minggu ini abang berubah. Ia seolah menjauh dan menjaga jarak denganku. Aku tak puas dan ingin mencari tau. Pagi itu dengan mini bus umum aku berangkat ke Bukittinggi seorang diri. Kesedihanmembayangi perjalananku.
Seorang diri aku duduk di Jam gadang, tempat dimana dulu kami pernah duduk berdua. Aku tau abang tak akan datang. Untuk apa perjalana ini? Hanya untuk membuktikan bahwa aku mampu ke kotamu, meskipun tak ada kamu. Dengan hati yang perih, mengamati lalu lalang orang berseliweran di Jam Gadang. Bukittinggi pagi itu dingin, selepas hujan.
Aku menunggu, waktu yang memacu meninggalkan lalu menyadarkan, bahwa abang tak akan pernah datang. Dia telah pergi dari hidupku. Dan aku pulang kembali ke Padang dengan membawa hati untuk dijaga.
Tugas kantor membuat aku harus kembali melakukan perjalanan, kali ini jauh dari tempat abang. Tepian pantai, dan deru ombak. Aku sangat terpesona. Kota yang benama Painan, di pesisir Selatan Sumatera Barat. Tempat aku membuang resah, dan semua kenangan tentang abang yang hanya sekejap.
Dentum Rindu diantara debur ombak
Samudera, dan terpesonanyiur yang melambai
pasir memutih
laut lepas melumat segala resah
hanyut dan tak kembali lagi
ada yang terdampar dibibir pantai
riak yang mencumbu karang
yang tegarpun terkikis
hingga jatuh dan menyerah
sekejap, apa aku bermimpi
berada ditempat asing
dengan orang yang namanya saja siapa
senyum di antara senja
aroma malam yang kuhirup
sampai ke alam mimpi
apa hak ku meminta Tuhan?
sedikit tau saja tidak
Engkau yang mempertemukan
Biarkan rindu terdampar
menanti ombak menggulungnya
atau akan ada seseorang menyelamatkan rinduku
padang, 31Jan2012
Disanalah kutemukan dia, dia yang membuatku jatuh terpesona. Membuatku lupa akan hati yang terluka. Perjalanan membawa hati untuk menemukan hati.Dia yang juga membisikkan padaku, kemanapun aku berjalan dalam pencarian hidup itu adalah langkah demi langkah takdir yang harus disusuri satu per satu tanpa bisa di lewatkan untuk sampai pada pencarianku. Arti kehidupan,, perjalanan kehidupan
Chi
1Juni 2012
Selasa, 15 Mei 2012
Auditor yang ingin menjadi penulis
Semangatku membuncah, jantungku
berdetak kencang mengingat mimpi-mimpi yang ku punya, mimpi yang telah ku raih,
dari sekian banyak mimpi lainnya.Bersyukur Allah pernah memberi kesempatanku
melanglangbuana merasaka hiruk pikuknya ibu kota: Jakarta. Disana dimulainya
sebuah petualangan yang makin membuat aku memahami siapa diriku ini :)
2009 Juli, aku melangkahkan kaki
menjejak ibu kota, layaknya anak kampung yang baru lulus kuliah tujuanku sama seperti
teman-teman, Mengadu nasib mencari pekerjaan. Magnetnya Jakarta.
Bukan hal mudah, itu fakta, 4bulan aku
NGANGGUR di jakarta, untunglah ada saudara mama yang berbaik hati menampungku.
Nasib mulai berubah, rodapun berputar, kakak sepupu menawarkan pekerjaan
disebuah Event Organizer yang cukup terkemuka. Jadilah si C, anak kampung
sebagai salah satu staf akuntansi disana.
Ternyata aku tak cukup mampu
mempertahankan kenyamanan disana, 6bulan saja. Lalu nganggur lagi...
Sekarang
aku sudah anak kost, tanpa pekerjaan pula. 2bulan lagi aku nganggur, :(
Selama 2bulan itu aku membantu teman
menjaga bisnisnya, salah satu francaise Booth Teh. Jam kerja dari jam 8 pagi
sampai jam 8 malam, di depan sebuah minimarket di Tanah Kusir. Hari-hari terasa
berjalan lambat, aku tau kini susahnya mencari uang.
Tuhan mendengar do'aku, aku kembali
masuk kantor. Jadi staf akuntansi lagi, sebuah perusahaan swasta di Pancoran,
disini aku cuma bertahan 3bulan bukan tak betah. Hanya saja tanpa sengaja aku
"tercebur" ke dunia baru yang awalnya adalah coba-coba. Tak pernah
ada di benak seorang C buat jadi auditor, beruntung kesempatan itu datang,
kesempatan yang membuat si C sadar ternyata ia tak hanya suka pekerjaan baru
ini, tapi jatuh cinta.
Aku
Di Kantor Akuntan Di Jakarta
Mengukur mimpi
Aku di terima jadi junior auditor di
salah satu Kantor Akuntan Publik (KAP) di Rasuna Said, Kuningan. Banyak ilmu
baru dan petualangan ku dapat. Masuk dari satu kantor ke kantor lainnya,
"jalan-jalan" :)
Lalu.... mimpi itu tiba-tiba
terhenti, atau harus ku pendam??? Aku di minta kedua orang tua buat pulang ke
Padang, Tanah kelahiranku. Tepatnya Agustus 2011, 10 hari sebelum Idul Fitri.
Aku pulang, diatas mimpi-mimpi aku
sadar, ada mimpi lain yang tak pelak untuk diabaikan, mimpi mama& bapak. Di
padang aku akan melanjutkan Kuliah Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) yang
kuharap sejaklan dengan mimpiku. Sepahit-pahit jakarta, masih lebih sulit di
sini. Aku melamar ke KAP di kota ini, tapi tak ada feedback. Nyaris putus asa
dan tak rela, Mengapa Allah merenggut mimpiku???
Do'a, harapan terus ku panjatkan....
3bulan setelah itu, Desember2011, takdir yang membawa teman-teman dari KAP lama
tempatku bekerja di Jakarta mendapat klien di Padang, sebuah Bank Daerah. Dan
aku ditawari freelance.
Betapa
bahagianya aku, mimpi itu ternyata belum berakhir. Ada asa yang tiba-tiba
kembali. Pun hanya sesaat, tak mengurangi rasa syukurku.
Kini Mai 2012, aku telah selesai
dengan tugas audit itu. Kembali Jobless. Tapi kali ini aku punya keyakinan
Allah akan selalu menolongku, semoga setelah ini akan bisa melanjutkan mimpiku
menjadi AUDITOR.. Aamiiiin :)
Jauh didasar jiwaku aka tersimpan
mimpi besar lainnya, menjadi PENULIS dan punya buku. Kecintaanku pada buku
berwujud #ProyekPustakaMini (mengumpulkan buku, spesial yang ada tanda tangan
penulisnya)
Ini Koleksiku #ProyekPustakaMini
Dua lemari kecil TOTAL Koleksi CHi:
buku, komik, majalah dan novel
Jakarta
pula yang membuatku bertemu beberapa penulis hebat seperti Asma Nadia, Boim
Lebon, Ninit Yuanita, Ollie Salsabeela, dan Tasaro Gk. Semakin termotivasi
menulis karenanya.
Sekarang aku sedang mempersiapkan
sebuah proyek, Novelku. Di kota kelahiranku aku mulai merajut lagi mimpi itu.
Targetku dalam 3bulan novel pertama akan jadi. Novel ini novel empat seri. Bercerita
tentang empat lelaki dan 1 wanita yang berrtemu lalu bersahabat dan layaknya
anak muda penuh lika-liku cinta.
Mendisiplinkan menulis minimal tiga
halaman per hari inilah upayaku. Sedikit banyak cerita ini terinspirasi dari
orang-orang sekitarku. Novel ini mimpi besarku, semoga kelak setelah jadi akan
mampu diterbitkan di penerbit nasional.
Selain menulis novel, untuk melatih
kemampuan menulis aku rajin mengikuti lomba menulis, kontes blog dan
sejenisnya. Dengan kompetisi kita jadi terpacu. Semakin banyak latihan aku
yakin akan semakin lancer menuangkan huruf-huruf. Selain itu dengan berbagi
kisah, siapa tau bisa membagi manfaat buat orang lain.
Kalimat bagi penulis layaknya pedang,
yang harus diasah. Pedang itu pula yang dapat dipakai buat hal yang bermanfaat,
namun bila tidak hati-hati bisa melukai. Kebebasan memainkan kata adalah
kebebasan yang bertanggung jawab yang berharmoni dengan kepentingan orang lain.
Aku berharap kelak tak hanya jadi penulis tapi bisa jadi penulis yang baik.
Menulis adalah cara menyeimbangkan
otak kiri dan kanan, saat si kiri sibuk dengan angka-angka si kanan diasah
dengan menulis. Life must be Balance like a BalanceSheet.
Langganan:
Postingan (Atom)






