Welcome

Rabu, 09 Januari 2013

Aku hampir lupa, itu proses panjang karena aku menikmatinya, edisi menulis.

Malam ini, berkat beredar di twitter dan menyimak seseorang yang curcol tentang belajar menulis puisi, saya disadarkan! Benar kata dia, kita butuh belajar, berproses bahkan gagal buat menjadi mahir. Kalau dirunut kebelakang, saya mulai aktif buat puisi 2004 awal-awal jadi mahasiswi. Pernah dikuliah bersama, di gedung A, saat dosen menerangkan saya malah sibuk menulis *jangan ditiru ya* Tujuannya waktu itu buat pamer pada sahabat maya saya anak UGM! Lalu 2004-2008, sahabat maya saya yang lain, anak USU sekaligus jadi patner berpuitis ria. Kadang kami saling mengirim sms puitis dan berbalasan atau email berupa puisi. Tanpa sadar inilah yang mengasah kemampuan saya main kata-kata, benar kata orang BISA KARENA BIASA! Setelah putus hubungan, saya kehilangan patner, lawan tanding, dan kawan bermain kata. Tapi saya tidak berhenti menulis puisi. Sering kali rasa KAGUM pada seseorang melahirkan puisi. Rasa yang terpendam yang tak berani diungkap juga saya jadikan puisi. Saat RINDU pada orang yang tidak tau bahwa dia dirindukan juga jadi puisi.

Jadi, kalau sekarang membuat puisi itu mudah bagi saya, itu karena latihan yang panjang. Hampir 9tahun. Dan ini menyadarkan saya LAGI, mengapa saya BELUM mahir juga kesulitan membuat cerpen? Jawabannya: karena saya TIDAK BANYAK berlatih dan berproses layaknya berpuisi.

Catatan C, di jam11malam lewat!

Selasa, 08 Januari 2013

Catatan Penulis Amatir yang DITOLAK

Hmmm... sebenarnya semalam sudah membuat tulisan mengenai tolak di tolak, tapi setelah ready, Hpnya malah Ngadat tepatnya signalnya *pukpuk* si Chi, gak jadi posting notes. Nah, biarlah yang lalu berlalu, hari ini akan kubuat lagi catatan kecil mengenai pengalamanku DITOLAK, uuuh sakiiit! Bukan soal ditolak pria ya, haha.. *kidding* ini soal lomba, yang diadakan sebuah komunitas, lombanya sendiri cukup lama waktunya sekitar 1bulan. Intinya peserta diminta membuat sebuah fiksi (maksimal 3karya/orang), dengan tema/ ide yang diambil dari sebuah rekaman video. Maka, demi meramaikan lomba, ikut sertalah saya. Berhubung bulan Desember lalu, penyakit malas sedang kumat, maka cuma menyetor 1 cerita. Beberapa malam yang lalu... si aDMIN MENGUPDATE DAFTAR PESERTA, CEK& RICEK, KOK NAMAKU GAK ADA YA? lalu..
Aku konfirmasilah ke Ybs, dan admin menjawab "kamu yang hari itu bikin puisi kan?" Ahaaa, aku diingat.. "Ya", jawabku. Dan...
As u know, FIKSI tak sama dengan PUISI dan karyaku, tak masuk KRITERIA, aku DITOLAK. Sebelum sempat masuk ke medan perang. Alamaaak.. pedih.
Tapi, aku sadar, puisi jelas2 tak sama dengan fiksi, maka ini kujadikan cambuk, lecutan yang walaupun sakit, megajariku bahwa, ketika kita berlomba, lihatlah RULE alias aturan mainnya. Menjadi beda dan UNik memang penting, tapi kita tak bisa keluar dari jalur. So, menulis itu menyenangkan, walau ditolak, aku akan tetap menulis, menemukan lomba-lomba lain sampai kapanpun :)

Catatan chi, 9 Januari 2013

Minggu, 06 Januari 2013

Menulislah dengan Hatimu :)

Sore ini aku membaca sebuah buku A cup of tea for writer yang aku beli di penerbit stiletto ( @stiletto_book ). Buku ini berkisah tentang cerita, pengalaman hidup dan lika-liku sebagai seorang penulis. Didalamnya ada beberapa penulis tamu (mereka yang secara nasional diakui) seperti Ollie/ Salsabeela, Ika Natassa, dll. Sampai saat aku menulis catatan ini, aku baru membacanya di halaman 68. Awalnya aku merasa belum ada yang terlalu greget di kisah ini. Sampai di cerita yang ditulis Mercy Sitanggang, seseorang yang lahir dalam keluarga penulis, ayah beliau M.A Sitangga seoang wartawan & abangnya juga penulis. Pun begitu, mercy tidak ingin menjadi penulis, namun takdir ternyata membawanya menjadi penulis. Setelah kematian ayah tercinta karena sakit & sang abang karena serangan jantung, yang tertinggal adalah kenangan, mesin ketik tua dan warisan buku-buku yang lebih berharga dibanding uang.
Sebuah nasehat bijak sang ayah pada Mercy yang membuat aku tersadar sekaligus tertampar. "Kalau kau akhirnya nanti menulis, tulis sesuatu yang jujur".  Nasihat sederhana yang teramat dalam. Kapan terakhrir kalinya aku menulis dengan jujur?? Buatku menulis dengan jujur adalah ketika aku membawa hatiku dalam tiap tulisanku.Aku punya prinsip dan aku selalu mengatakan pada siapapun: Puisi adalah hatiku! Ya, karena 90% yang kutulis di Blog, di Notes Fb yang berupa puisi adalah lahir dari apa yang aku rasakan saat itu. Tapi bagaimana dengan cerpen dan novel?? aku selalu merasa Cerpenku "Tumpul" dan Novelku "Stagnan", kenapa??? Karena nasihat inilah aku tersadar, mungkin aku memang menulis, tapi dengan banyak alasan, bukan dengan jujur tanpa membawa hatiku didalamnya, mungkin buat menang mungkin buat sekedar berpartisipasi dalam lomba saja!! Aku jadi ingat 2 buah cerpenku yang pernah masuk ke antologi cerpen nulisbuku.com, dan saat itu aku menulis membawa hatiku didalamnya dan terpilih. Hanya, sampai disitu saja, aku tak pernah lagi menang lomba cerpen.
Aku juga jadi ingat pula, saat aku dua kali menang lomba blog yang diadakan @salsabeela (ollie) dengan @salsabeelashop ( brand baju muslimah by ollie), aku menulis dengan hati, tanpa mengedepankan ingin menang *walaupun, siapa sih yang gak pengen menang??

Ya, hari ini, terimakasih yang sangat besar, buat Mercy Sitanggang dan alm M.A sitanggang, mereka membuka hati dan pikiranku, dan mengingatkan aku tentang bagaimana cara menulis. Menulislah, bawalah hatimu disana, dan kabar baik atau apresiasi orang lain otomatis akan mengikut saja tanpa diminta.

Catatan Chi, 6 Januari 2013 *Mari menulis*

Senin, 31 Desember 2012

Happy January, 1 St.. We must be Happy!

Hai.... to all of you, Happy New year friends....
Welcome to 2013...
Have you ever make any resolution?? Resolution like a guide, to reach your dream, i think its a right moment to be better eventhough my Favourite quote is "To Be Better Every time". January 1 st is just a momment...

I hope, 2013 'll be full of joy, happiness and suprise.
What about my resolution in this year?
Hmm...
I'll share with you, as a control and spirit to me!!
I wanna be writer than i want to publish my book in major publisher in Indonesia, like Gramedia or Mizan or Gagas Media, and etc..
2013, i hope will meet the right men on the the right place and the right momment and will get married :) Its nice, at my age 26 (on January 5 th) its enough to be mature& merry...
Than, i wanna have Rumah Baca (free library) to make better place... or can donating moore books :)
For my Family, i hope can pay a downpayment for a ticket to my parents' trip for go to Mecca :) Aamiiin. Of course, First i must get new Job!

There are some of my wish... Keep spirit!


Note: Sorry if i made wrong grammer :P
Thank you.


Minggu, 30 Desember 2012

Puisi: sepotong hati yang aku jaga

sepotong hati yang aku jaga
melumat luka
mengenyahkan duka

kau tinggalkan aku dalam sepi
menghilang pergi

sedang kau menghias tawa
di belahan bumi sana
entah dengan siapa

ku balut
tanpa takut
aku bukan pengecut

yang lari dari kenyataan lalu membuat alasan

saat kau kembali
lihatlah hati ini

dindingnya mungkin hancur
isinya bisa saja lebur
tetapi aku tak mundur

menghadapimu dengan senyuman
aku bukanlah kebencian
tak pula simpan kemarahan

sepotong hati yang aku jaga
tidak akan buatmu
tidak!

Padang, 29 Desember 2012

Selasa, 18 Desember 2012

#KuisAkhirTahun @inilahmedia Demokrasi #IndonesiaRaya

Kultweet @inilahmedia

1. Indonesia Raya. Apa yang ada di benak kita, ketika kata ini terucap?
2. Ada yang menjawab, "Lagu kebangsaan!", ada yang menjawab, "Indonesia negara yang besar!".  
3. Kali ini, Inilahmedia ingin mengajak rekan-rekan untuk sedikit merenungkan lebih dalam tentang .
4. Kata Indonesia, bermakna sangat dalam dan sangat luas. Indonesia, bisa berarti sebagai daerah dengan batas tertentu.
5. Indonesia, bisa berarti pula sebuah kaum yang terdiri dari banyak suku, dengan penduduk yang menganut agama berbeda.
6. Indonesia, bisa pula berarti bangsa maritim yang tak diragukan lagi kejayaannya di masa lampau.  
7. Indonesia, ya Indonesia. Memiliki potensi teramat sangat kaya.  
8. Lalu, bagaimana dengan kata "Raya". Apa maknanya?  
9. Raya berarti megah, besar, akbar. Dalam bahasa Inggris, ada padanan sempurna untuk kata "Raya", yaitu : Great.  
10. Lalu, setelah sedikit merenung, bila kedua kata tadi digabungkan, artinya apa?
11. Bolehkah bila diartikan sebagai bangsa dgn keberagaman, kaya sumber daya,mendiami tanah dan air yg subur?
12. Bila demikian adanya, seharusnya, Indonesia bisa menjadi negara besar yang diperhitungkan dunia.  
 13. Lalu, apa yang menyebabkan Indonesia begitu mudah dipermainkan oleh bangsa lain?
14. Lalu, mengapa di antara kita, sesama bangsa Indonesia, terdapat saling curiga?  
15. Lalu, mengapa di Indonesia, masih banyak orang yang malu mengakui identitas kesukuan dan agamanya?  
16. Bagaimana cara membawa Indonesia menjadi negara yang maju dan dihargai oleh negara lain?  
17. Era kepemimpinan berganti. Adakah menuai kebaikan untuk negeri?
18. Sebuah pemikiran brilian lahir dari seorang pemimpin visioner, Bapak .
19. Beliau mengatakan, "67 tahun Indonesia merdeka. Berbagai sistem (untuk mengatur negeri) sudah dicoba.."
20. "Mulai dari demokrasi terpimpin, hingga demokrasi Pancasila. Semua memiliki dinamikanya sendiri". (Muchlis Hasyim).
21. "Di era reformasi ini, ada sebuah sistem yang tepat untuk Indonesia. Demokrasi " (Muchlis Hasyim)
22. Apakah itu demokrasi ? Mengapa harus demokrasi , bukan yang lain?
23. Demokrasi adalah sebuah sistem pemerintahan yang mempersatukan bangsa Indonesia.
24. Kehidupan rakyat dan bangsa Indonesia tidak boleh lagi dikotak-kotakkan oleh aliran politik yang berbeda-beda.
25. Perjuangan menegakkan Demokrasi bukan gagah-gagahan. Dan perjuangan itu tak mengenal batas waktu.
26. Demokrasi akan menjadi solusi dari kegagalan demokrasi-demokrasi sebelumnya.
27. Mengapa harus Demokrasi ? Mengapa tidak Demokrasi Pancasila? Atau Demokrasi UUD 1945?
28. Pancasila, memang dasar negara. Namun setelah diterapkan dlm kehidupan berbangsa, ada kelompok yg menolak keberadaannya.
29. Bahkan, kelahiran Pancasila dan keotentikan naskahnya sendiri masih menjadi perdebatan hingga detik ini.
30. Ada hal penting yang menjadi dasar pemikiran lahirnya Demokrasi  
31. Demokrasi menjunjung tinggi kebhinekaan. Keberagaman. Negeri ini tak boleh terkotak-kotak.
32. Para pendiri negeri- founding fathers kita, telah mengamanatkan 4 pilar penopang Demokrasi .
33. Pancasila, UUD 1945, Kekayaan alam negeri yang membentang, dan kebhinekaan, menjadi menopang kuatnya Demokrasi
34. Bila kita ingin maju, kita harus BANGGA dengan identitas bangsa.
35. Bangga dengan identitas kesukuan dan agama, bukanlah tindakan rasis.
36. Kebanggaan akan identitas bangsa, membuat kita mampu berdiri gagah memperjuangkan kemajuan negeri.
37. Negeri ini mampu maju dan mampu besar dalam naungan Demokrasi !
38. Seperti teramanatkan dalam lagu kebangsaan kita.. "Bangunlah jiwanya.. Bangunlah badannya.. Untuk !"

Demikianlah, sekilas mengenai . Tak terasa air mata mengalir perlahan. Negeri ini terlalu muda untuk hancur..

Pertanyaan:  apa yang akan terjadi di negeri ini bila Demokrasi berhasil diterapkan di Indonesia.

Sebelum menjawab pertanyaan diatas saya ingin terlebih dahulu memaparkan, karakter , karakter yang seharusnya tertanam dalam sanubari setiap insan yang mengaku berbangsa satu Bangsa Indonesia.

Melepaskan Egoisme, sifat egois memang bagian menusiawi dari manusia, tetapi yang berkembang saat ini adalah ego sentris. Dimana setiap orang mengedepankan sikap egoisnya, tanpa memperdulikan kepentingan orang lain. Akar dari permasalahan bangsa saya rasa. Contoh NYATA adalah KORUPSI.

KORUPSI memakan HAK orang lain, demi memperkaya diri sendiri. Tentu saja Egois! Selama kita tak mampu meredam sisi egois dan INGAT bahwa di muka bumi ini ada hak-hak orang lain, ada aturan dan keseimbangan alam, maka tetaplah masalah kronis dari bangsa ini tak akan habis.

Yang kedua adalah PESIMIS! Bagaimana kita lihat, betapa banyak masyarakat yang hanya mampu MENCELA, menjelek-jelekkan Pertiwi. Mental seperti ini tentu akan menghambat kemajuan. Bagaimana mungkin bisa mendukung perbaikan, jika dari dalam didinya saja sudah tertanamp pikiran buruk dan pesimisme akut??? Berpositif Thinkinglah, dan mari kita bahu membahu membangun dan memperbaiki negeri tercinta ini.Tidakkan ingat, bagaimanapun anda mencela negeri ini, anda juga saya "menumpang" hidup di Indonesia!

Dikaitkan dengan 4 pilar penopang Demokrasi :Pancasila, UUD 1945, Kekayaan alam negeri yang membentang, dan kebhinekaan.

Pancasila dan UUD1945 yang kita miliki telah lebih dari CUKUP untuk menjadi acuan dasar bagi kehidupan bernegara, bagaiman sempurnanya 5Sila pancasila itu. Namun yang perlu kita sadari Dasar dan aturan tidaklah cukup, jika individu yang ada didalamnya tidak mau tunduk dan mengamalkannya. Undang-undang tinggallah peraturan belaka!

Sedangkan Kekayaan alam negeri yang membentang, dan kebhinekaan adalah KARUNIA Tuhan yang sesungguhnya amat sangat BESAR kekuatannya. Bagaimana cara mempergunakan dan memanfaatkan potensi yang ada untuk membangun Indonesia.

Maka saya sangat Setuju, apabila Demokrasi dijalankan dan bisa terwujud. Bagaimana 4Pilar tadi menjadi tiang penyangga demi tegaknya Indonesia Raya.Bagaimana demokrasi menjadi sebuh Roda Penggerak, dalam menjalankan pemerintahan dan kehidupan berbangsa. Sunggu cita-cita bangsa ini sangat mulia, dalam pembukaan UUD 1945 alinia ke dua dinyatakan "  Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur “. Saya sangat yakin jika Demokrasi bisa sama-sama kita jalankan, cita-cita bangsa akan tentu saja dapat diwujudkan.

Seluruh Rakyat Indonesia, diharapkan mampu bersatu-padu, bahu-membahu dan bergotong-royong mulai dari lingkungan terkecil, rumah tangga untuk menjadikan nilai-nilai Demokrasi sebagai acuan dan nilai-nilai dasar yang selalu ditanamkan.

" Hiduplah tanahku..Hiduplah negriku..Bangsaku Rakyatku semuanya..Bangunlah jiwanya..Bangunlah badannya..Untuk Indonesia Raya...."






Senin, 03 Desember 2012

#postcardfiction: Celebration Of Life- Membebaskan Hati

Cerita ini tentang seorang wanita: wanita yang berusaha membebaskan hati.

Ia mendengar suara berbisik "Tiap rasa itu indah
Jangan lewatkan tiap detik di dalamnya...."
Bagi si Wanita, Mengenal Dia (lelaki) adalah Hal terindah yang pernah dilalui
Lelaki dengan sebuah KESEDERHANAANNYA
kesederhanaan yang membuat aku Jatuh Cinta

Inilah Isi Hati si wanita:

"Kita menggenggam untuk melepaskan"

Aku berharap, akulah tulang rusukmu yang dipilihkan Tuhan, serupa Hawa yang tercipta dari rusuk Sang Adam, Namun cerita tak selalu seindah harap
Untuk bumi yang katanya bulat
Aku kini berhenti bergulat
Dalam mimpi yang tak seindah kenyataan
Kamu, ternyata cuma bayangan

Sekelebat dulu engkau datang
Membuatku jatuh sayang
Sepanjang mata yang menerawang
seulas senyum lalu terkembang

Ku katakan pada diriku, pergilah!
Aku bukan perhentian langkah!
Usah ragu untuk menoleh lagi
Dunia memang sandiwara dalam elegi

"Mendengarkan untuk bisa bicara"
Bebaskan kemanapun tujuanmu
Semesta luas menyediakan tempat untukmu
Ruang hati kadang begitu sempit
Tidak ada yang boleh sakit

Ku titip do'a pada dua malaikat
Menjaga kita sampai akhir hayat
Dalam dekapanNya, kamu harus bahagia
Membebaskan juga satu bentuk cinta.

"Kita selalu punya cerita
Selalu ingin berbagi
Jadi tersenyumlah, dan dunia akan ikut tersenyum"
Rasa terabaikan
Aku pernah menangis dipunggung bulan
Sesenggukan memikirkan kebencian
Kenapa tak kau beri aku ruang dan kesempatan?

Apakah hatimu tak layak buat aku
Aku yang mencoba memahamimu
Atau semua gara-gara waktu
Atas nama kehadiran yang tak tepat untukmu

"Jangan takut untuk memulai kembali
Meski dengan air mata sebelum tawa
Karena hidup penuh warna
Rayakan semua rasa
Karena hidup itu indah
Jadi jangan lewatkan tiap detik di dalamnya"
Berkali aku terhenti
Mengumpulkan sisa tenaga
Aku tak sanggup pergi
Yang kucari kamu disana

Kemanakah tempat yang kau tuju, cinta?
Istana yang ku sebut rumah
Tanpa tiang beratapkan dunia
Lalu-lalang manusia terus melangkah

Penat terkalahkan ambisi
sebagian enggan tidur apalagi bermimpi
Apa yang kau sebut pencarian
menggenggam setangkup harapan.


Sampai kini, sampai nanti.
Wanita yang membebaskan Hati, mengikhlaskan si Lelaki Pergi